Sistem Rating Hollywood Desember 2, 2008
Posted by lazuardian in Filmologi.Tags: Hollywood, Indie, LSF, MPAA, Rating system, Sensor, Sistem Rating
add a comment
Seperti halnya LSF di Indonesia, Hollywood pun memiliki Motion Pictures Association of America (MPAA) untuk menentukan audiens yang tepat dari sebuah film. Banyak unsur yang menjadi pertimbangan dalam menentukan rating dari sebuah film. Mulai dari gaya bahsa yang digunakan, adegan bermuatan seks yang terkandung di dalamnya, penggunaan obat-obatan terlarang di dalam cerita film, unsur kekerasan dan tingkat sadisme, serta apakah film ini memperlihatkan adegan berdarah. Pada 2007, MPAA menambahkan satu elemen tambahan yaitu merokok.
Berikut adalah sistem rating yang berlaku di Amerika
G – General Audiences
General Audiences di sini bermakna bahwa film yang mendapatkan rating ini dapat disaksikan oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Hal ini dikarenakan film yang mendapatkan rating ini tidak megandung unsur adegan tanpa busana, tidak ada unsur seks maupun obat-obatan terlarang. Kekerasan disajikan dengan sangat minimal dan gaya bahasa yang digunakan tidak boleh kasar. Biasanya film yang mendapatkan rating G adalah film anak-anak dan beberapa film dokumenter.
Most Succesful Movie:
Finding Nemo (2003)
PG – Parental Guidance Suggested
rating ini menyarankan orang tua unuk mendampingi sang anak saat menyaksikan fil karena orangtua mungkin tidak ingin anaknya melihat beberapa unsur tertentu yang disajikan. PG rating ini biasanya mengandung unsur adegan pakaian dalam, kata-kata yang kurang pantas, kekearsan ringan ataupun perihal obat terlarang yang hanya tersaji secara minimalis. Secara mudahnya, film anak-anak yang gagal masuk rating G karena mengandung unsur di atas, paling tidak akan masuk kategori ini.
Most Succesful Movie
Star Wars (1977)
PG 13 – Parents Strongly Cautioned
Rating yang mewajibkan anak di bawah 13 tahun untuk didampingi oleh orang tuanya merupakan target rating bagi kebanyakan film unggulan yang berusaha meraup dollar sebanyak-banyaknya. Orang tua wajib mendampingi karena film rating ini mengandung kata-kata kasar, adegan tanpa busana meskipun tidak eksplisit, menapilkan sedikit adegan berdarah dan obat-obatan terlarang. Hampir seluruh film yang masuk jajaran film terlaris sepanjang masa ada dalam kategori ini.
Most Succesful Movie
Titanic (1999)
R – Restricted
rating ini mewajibkan kepada orangtua untuk mendampingi putra-putri mereka yang belum berusia 17 tahun saat menyaksikan sebuah film. Sesuatu yang sangat jarang terjadi seorang remaja mau dikawal oleh ayah ibunya untuk menyaksikan film yang mengandung ucapan kasar dan vulgar, menampilkan adegan orang tanpa busana serta kekerasan dan penggunaan obat-obatan terlarang yang dominan sepanjang film. Tidak banyak film yang memiliki rating R berhasil merajai tangga box office Amerika. Hal ini disebabkan terbatasnya penonton yang dapat menyaksikan film bersangkutan.
Most Succesful Movie
The Passion of the Christ (2004)
NC 17 – No Children 17 or under Admitted
Hanya untuk yang berusia di atas 17 tahun, tanpa terkecuali! Tidak ada keringanan walaupun Anda datang bersama kakek Anda sekalipun. Tidak banyak produksi Hollywood maupun film yang rilis di Amerika memiliki rating paling tinggi versi MPAA ini. Biasanya film yang mendapatkan rating ini adalah film-film garapan festival yang lebih memetingkan kualitas daripada sisi komersil, seperti Lust, Caution (2007) garapan sutradara kenamaan: Ang Lee. Rating NC 17 mengandung unsur seksual yang eksplisit, kata-kata yang kasar dan vulgar, kekerasan dan penggunaan obat terlarang yang tersaji dengan jelas.
Most Succesful Movie
Showgirls (1995)
MPAA yang seolah menjadi penguasa rating tidak disukai oleh kalangan film indie karena dianggap diskriminatif dan hanya menguntungkan produser video besar saja. Siapa mereka dan kenapa dipilih juga tidak transparan. Kebanyakan film indie memang lebih memperhatikan keontetikan cerita sehingga banyak adegan apa adanya. Otomatis MPAA sering memberi cap NC-17 bagi film indie, cap maut karena hanya sedikit saja yang bisa menonton film itu, sedangkan pembuat film tentunya ingin ditonton oleh banyak orang.***
Sumber: Cinemags 112th edition “Quantum of Solace” November 2008

