jump to navigation

PEMENANG KETIGA FESTIVAL FILM INDIE PRO U 2008 LANGGAR HAK CIPTA November 14, 2008

Posted by lazuardian in Rough Critics.
Tags: , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

Bagaimana mungkin sebuah film yang nyata-nyata melanggar hak cipta bisa menjadi pemenang dalam sebuah festival film independen? Hal seperti ini hanya bisa terjadi apabila juri yang memberikan penilaian dalam festival ini tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai film independen. Independen (indie) dimaknai sekedar sebagai film pendek yang dibuat dengan kocek terbatas dan bukannya didanai oleh perusahaan film ternama seperti Miles, Sinemart, Soraya Intercine dan sejenisnya. Sehingga apabila dalam film tersebut ternyata mengandung sesuatu yang ternyata melanggar hak cipta orang lain, maka sudah sepatutnya hal tersebut diabaikan. Lihat saja bagaimana pihak Pro U menulis evaluasi untuk film BIG IS BEAUTIFUL yang dibuat oleh Hafidz Abu Halifah dan kawan-kawan dalam proumedia.blogspot.com

“Sebenarnya ide cerita film ini menarik, tapi sebagai film pendek alur ceritanya terlalu panjang Bahkan sosok Biganiah sebagai pemeran utama, setelah membaca buku, dari zero kemudian menjadi hero tapi akhirnya justru meninggal. Aktingnya juga kurang bagus, banyak adegan-adegan yang kesannya dipaksakan. Termasuk penghinaan terhadap kegemukan si Big yang berlebihan. Kualitas gambar juga tidak terlalu bagus, angle pengambilan gambar yang masih berkutat di zona aman. Artinya jika di eksplore lebih berani, hasilnya bisa lebih bagus.”

Hanya seperti itu. Sama sekali tidak disinggung soal pemakaian lagu-lagu yang tidak asing di telinga kita, seperti lagu yang dinyanyikan oleh Agnes Monica, misalnya, yang dijadikan sebagai backsound film, yang kami yakini dipakai tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Ini menunjukkan bagaimana Pro U, dalam hal ini, tidak menghargai usaha sineas indie lainnya yang bersusah payah menciptakan sendiri scoring dan sound yang digunakan dalam filmnya, walaupun (mungkin) secara teknis dan cerita kualitasnya pas-pasan. Lebih jauh lagi, dengan memenangkan Big Is Beatiful sebagai pemenang ketiga, menunjukkan bahwa Pro U tidak menghargai hak cipta orang lain atas karya mereka.

Padahal, selama ini, Pro U media dikenal sebagai penerbit buku-buku religi dan bernilai keislaman. MEMENANGKAN SEBUAH FILM YANG MELANGGAR HAK CIPTA ORANG LAIN SAMA ARTINYA DENGAN MELEGALKAN TINDAKAN PENCURIAN ATAS KARYA ORANG LAIN. Mencuri itu jelas sama sekali tidak islami. Mengutip kata Baba Jan dalam Kite Runner, “satu-satunya dosa adalah mencuri. ketika kamu membunuh orang berarti kamu mencuri kesempatan hidup dari orang tersebut. ketika kamu berbohong, maka kamu mencuri hak mendapatkan kebenaran dari orang lain”.

Dengan dasar itu, kami menyatakan TIDAK SETUJU dengan keputusan Pro U memenangkan BIG IS BEAUTIFUL sebagai juara ketiga festival Indie Pro U 2008, serta meminta pihak Pro U bersikap bijak untuk meninjau kembali keputusannya serta memberikan gelar juara tersebut kepada sineas yang lebih berhak. ***

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.