Signal Desember 13, 2008
Posted by lazuardian in Celoteh.2 comments
Seorang teman mengatakan it’s the sign, buat teman-teman lazuardi
Itu tanda, bantuan dari alam semesta yang berasal dari Satu adanya
Bahwa mungkin saat ini aku, teman-teman, kita, apa yang dilalui, apa yang dikerjakan bersama dalam komunitas ini tidak berada pada jalan yang salah.
Sedang menapaki jalan menuju mimpi dan cita-cita, bahkan taqdir kita
Semuanya tidak jauh dari problem kita, apa yang kita hadapi, apa yang kita rasakan.
Ketika, (lagi…)
Wonderful November 25, 2008
Posted by lazuardian in Celoteh.Tags: fourcolours, ifa isfansah
1 comment so far
Selesai syuting hari terakhir kemarin aku dapat sebuah buku yang fun and inspiring abis dari seorang teman dekat, salah seorang awak kapal Lazuardi,namanya…kurahasiain aja ahh…ntar dia bisa Ge erJ lagi. But thanks a lot for her,cewek eksentrik yang feminim.
Yang jelas sehabis membaca buku itu, aku jadi kepikiran untuk mengusulkan agar buku itu jadi buku wajib buat Lazuardi Community (Laz_Com), soalnya gaya kerja Laz_Com yang bisa dibilang mirip..rip..rip dengan tokoh yang diceritakan dalam buku itu, saat awal-awal si tokoh menceburkan diri di belantara perfilman.
–Buat film dengan biaya seharga kacang goreng dan kerja bakti sana sini dengan segala keterbatasan–.
Menurutku, kerjaan dan perjuangan mereka bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda yang punya spirit buat film dengan gaya dan idealisme khas anak muda, tapi nggak punya duit banyak untuk buat film, karena terganjal berbagai macam alasan misalnya belum lulus dan masih tergantung ama ortu, belum kerja, belum ada produser yang rela melirik, donatur dan sponsor yang enggan mengeluarkan uang buat produksi film yang nggak jelas,
Cara produksi film mereka yang gila abis seakan mendobrak keangkuhan dunia film tanah air, yang sepertinya hanya pantas bagi mereka yang punya duit banyak, ngelotok soal dunia film, harus jebolan IKJ, punya peralatan canggih, jaringan luas, blablabla…
Disaat yang lain…
Mereka membuka mata dan hati
Bahwa seringkali keterbatasan apapun bentuknya
Hanya mampu dilawan dengan kreatifitas, semangat, kerja keras, doa, persahabatan dan keyakinan akan mimpi2 yang akan terwujud
Jadi meski duit dikit
Jangan mundur buat karya
Karya yang mencerahkan
Satu lagi,
aku jadi punya pandangan lain tentang tokoh dalam buku itu.
Pertama kali tahu dan mendengar namanya aja baru tiga bulan yang lalu, pas aku bareng teman2 salamsemutfilm lagi ngobrol2 bahas ide buat ikutan festival film Pro-U.
Waktu itu kita ngobrol di taman Gedung Lengkung UGM(ada yang bilang gedung McD UGM_red) yang katanya sejuk dan enak buat diskusi, duduk beralaskan permadani alami yang terbuat dari rumput hijau yang lembab, sembari wajahmu dibelai lembut angin yang bertiup sepoi-sepoi, belum lagi dikelilingi ilalang yang menari-nari mengikuti irama angin..(eh..maap2 ngomongnya jadi ngelantur, tapi serius tempatnya emang oke!!)
Emang siapa ”mereka”? tanyaku pada teman2 waktu itu.
Teman-teman : Plis dong fik…, katanya suka film dan tertarik buat film, masak nggak tau siapa mereka…!!grrrrr ;0
Fikka : ”hehe…:)
Penjelasan temanku tentang mereka juga sekenanya, tak sampai membuatku terkagum2, malah kupikir mereka adalah sekumpulan anak muda yang berduit banyak, dengan gaya anak muda yang layaknya punya duit banyak buat senang-senang, ngafe, ngemall, mondar mandir buat film dengan peralatan canggih, high cost… tapi ternyata mereka adalah anak Jogja asli yang gayanya layaknya anak Jogja asli, nongkrong di angkringan DPR (Depan Panti Rapih), ”polos”, unggah-ungguh, ngebanyol khas Jogja, (nggak percaya, baca aja bukunya…)
Semoga aku dan teman-temanku bisa ketemu dan ngobrol2 dengan mereka
Semoga semangat mereka tidak berubah
Btw dah tahu judul bukunya?
Dah tau tokoh yang kumaksud dalam buku itu?
Mayar dari Jogja
Fourcolours( Ifa, Aji, Eddi, dan Rina)
(Kreatifitas seringkali dekat dengan keterbatasan)