Etika Fotografi Mei 8, 2009
Posted by lazuardian in Rough Critics.1 comment so far
Siang … (Sesuai waktu nulis), saya yang menulis di bawah ini menyatakan kebingungan yang amat sangat terhadap etika foto sewaktu memotret panggung pertunjukan atau konser. Lewat blog ini saya ingin mengajak teman – teman untuk berdiskusi lebih lanjut.
Permasalahan yang menurut saya cukup mengganggu adalah suara shutter yang selalu terdengar dari teman – teman fotografer ketika memoret di sebuah konser yang cukup hening seperti konser tari atau musik klasik. Jujur saya termasuk orang yang akan bersungut – sungut ketika pada saat – saat hening, atau musik sedang pelan. Tiba tiba terdengar suara “cekrek” (kadang menggunakan continous). Hiks, langsung nangis deh rasanya karena lagu – lagu klasik yang indah itu tiba – tiba berubah jadi konser kamera.
Nah, pertanyaannya, bisa gak sih hal itu diatasi. Jujur, saya bingung karena kalo kameranya emang masih jenis SLR bunyi rana wajar aja kedengeran, tapi kamera yang digunakan teman – teman fotografer kan kamera yang notabene mahal (DSLR), masak sih gak bisa di – off – kan bunyi rananya? (Karena sependek pengetahuan saya, kamera poket malah bisa “diam”). Karena yang jadi korban adalah orang – orang yang benar – benar datang ke konser untuk menikmati musik (klasik terutama, kalo jenis musik lain tidak terlalu banyak aturan).
Ajakan saya kepada teman – teman fotografer adalah “yuk kita tertibkan acara konser musik klasik agar tidak banyak orang yang bersungut – sungut ketika telah selesai menonton konser karena terganggu suara shutter kamera.”
Kalo tidak salah pula ada beberapa hasil seminar yang berhubungan dengan etika fotografi di blog ini (http://komunitaslazuardi.wordpress.com/category/catatan-seminar/)
Oke, itu dulu. bye… (^0^ v)