Posted by lazuardian in Rough Critics.
Siang … (Sesuai waktu nulis), saya yang menulis di bawah ini menyatakan kebingungan yang amat sangat terhadap etika foto sewaktu memotret panggung pertunjukan atau konser. Lewat blog ini saya ingin mengajak teman – teman untuk berdiskusi lebih lanjut.
Permasalahan yang menurut saya cukup mengganggu adalah suara shutter yang selalu terdengar dari teman – teman fotografer ketika memoret di sebuah konser yang cukup hening seperti konser tari atau musik klasik. Jujur saya termasuk orang yang akan bersungut – sungut ketika pada saat – saat hening, atau musik sedang pelan. Tiba tiba terdengar suara “cekrek” (kadang menggunakan continous). Hiks, langsung nangis deh rasanya karena lagu – lagu klasik yang indah itu tiba – tiba berubah jadi konser kamera.
Nah, pertanyaannya, bisa gak sih hal itu diatasi. Jujur, saya bingung karena kalo kameranya emang masih jenis SLR bunyi rana wajar aja kedengeran, tapi kamera yang digunakan teman – teman fotografer kan kamera yang notabene mahal (DSLR), masak sih gak bisa di – off – kan bunyi rananya? (Karena sependek pengetahuan saya, kamera poket malah bisa “diam”). Karena yang jadi korban adalah orang – orang yang benar – benar datang ke konser untuk menikmati musik (klasik terutama, kalo jenis musik lain tidak terlalu banyak aturan).
Ajakan saya kepada teman – teman fotografer adalah “yuk kita tertibkan acara konser musik klasik agar tidak banyak orang yang bersungut – sungut ketika telah selesai menonton konser karena terganggu suara shutter kamera.”
Kalo tidak salah pula ada beberapa hasil seminar yang berhubungan dengan etika fotografi di blog ini (http://komunitaslazuardi.wordpress.com/category/catatan-seminar/)
Oke, itu dulu. bye… (^0^ v)
???
April 14, 2009
Posted by lazuardian in Uncategorized.
Kalian pada kemana ce…?? kayak amblas ditelan bumi.
Lagi pada sibuk ujian ya….ujian hidup hehe..
Kapan ngumpul2 lagi nih??
Posted by lazuardian in Uncategorized.
Tags: Hunting, Sabtu, Tugu
Woro2 buat all lazardians,
Sabtu besok (4 April 09), jam 6 – 9 pagi (kalo ada yang mo hunting lebih pagi dari itu jga gapapa), hunting di Stasiun Tugu n Malioboro… Biar gak ribet, gak usah janjian, langsung ketemu sana aja, kalo gak ketemu pun gak papa. Tema all bout u can find in Tugu n Malioboro… so it can be ligthing, daily activities, fine arts or whatever that u can find there, okay?
Evaluasi di basecamp jam 10 – 11 pagi.
Met hunting!!!
^o^v
Posted by lazuardian in Film Fiksi, Kompetisi.
Tags: 2009, festifal film independen, uii

PESERTA : Umum, pelajar/mahasiswa, Komunitas Film Pemula
PENDAFTARAN DAN PENGUMPULAN FILM :
Hari / Tanggal : Selasa-Sabtu / 16 Maret – 9 Mei 2009
Jam : 09.00 – 15.00 WIB
Tempat : Hall Tengah FE UII ( Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta )
Biaya : Rp.40.000,00
( gratis 1 tiket pemutaran film )
MALAM PUNCAK PEMUTARAN NOMINASI FILM :
Hari / Tanggal : Minggu / 24 mei 2009
Jam : 15.00 – selesai
Tempat : Aula Utara FE UII ( Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta )
HTM : Rp. 5.000,00
SYARAT PENDAFTARAN FILM:
1. tema bebas non dokumenter
2. durasi max 15 menit
3. tidak mengandung unsur SEX,politik dan SARA
4. Format film MPG/AVI/VCD/DVD (dikumpulkan dalam bentuk kepingan VCD/DVD)
REWARDS:
1. FILM TERBAIK RP. 700.000,00
2. GAMBAR TERBAIK RP. 400.000,00
3. EDITING TERBAIK RP. 400.000,00
CONTACT PERSON :
djarwo 0856 291 1298
mega 081 328 040 036
wea 0856 422 268 49
Posted by lazuardian in Film and Photo News.
Tags: 2009, festival film berlin
Berlin – Film-film Indonesia kembali unjuk gigi di ajang festival film internasional. Tidak tanggung-tanggung, film Indonesia menjadi fokus utama sebuah festival film di Berlin.
Gelaran ini bertajuk Asian Hot Shots Film Festival Berlin 2009. Ini adalah acara tahunan yang mengkhususkan film dan video seni dari benua Asia. Tahun ini, festival digelar pada 13-18 Januari 2009 di sejumlah bioskop di Berlin.
Indonesia sebagai tema utama, menyumbang 11 film nasional akan diputar selama festival, bersama dengan film-film antara lain Jepang, Singapura, Korea, Pakistan dan China. Festival pun dibuka di Bioskop Babylon, Rosa Luxemburg Strasse, Berlin dengan pemutaran film Indonesia yaitu Cinta Setaman yang disutradarai Harry Dagoe Suharyadi.
“Masyarakat di Eropa begitu antusias menjadikan Indonesia sebagai fokus film festival. Kita harus merespons positif,” ujar Harry yang hadir dalam pembukaan acara kepada wartawan detikcom, Fitraya Ramadhanny, Selasa (13/1/2009) malam.
Selain Harry, sejumlah insan film Indonesia juga akan hadir. Sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana rencananya akan mengisi sebuah diskusi panel bertema film independen Indonesia. Rencananya film-film mereka juga akan diputar.
Sementara Kepala Misi KBRI Berlin Wajid Fauzi mengatakan festival ini menjadi ajang yang tepat untuk mempromosikan industri kreatif anak bangsa berupa film nasional. Film-film yang diputar akan menjadi jembatan komunikasi budaya dengan Eropa.
“Kita berharap mereka dapat menghargai kreatifitas insan film nasional,“ kata Wajid.
Film-film Indonesia yang berunjuk gigi di festival ini adalah Cinta Setaman, Quickie Express, Garasi, Eliana Eliana, Kuldesak, Mereka Bilang Saya Monyet, Koper, Claudia/Jasmine, Rainmaker, dan 2 film laga klasik dari aktor laga Barry Prima.
Sumber : detikcom